Modul

Ketika kita membuat sebuah aplikasi yang sangat kompleks, penggunakan fungsi saja tidak cukup. Python memperbolehkan kita untuk membagi aplikasi tersebut dalam beberapa file disebut dengan module.

Modul adalah sebuah file yang berisi sekumpulan fungsi – fungsi dan instruksi – instruksi program python. Modul tersebut disimpan dengan ekstension .py, pemanggilan modul dijalankan dengan perintah import. Nama modul diambil dari nama file skrip modul tanpa akhiran .py.

Berikut contoh sederhana penggunaan module, pesan.py.

def SalamKenal(nama):
    print ("Hai, %s! Salam PythonMania!" %nama)

Untuk mengakses module pesan.py, kita buat file baru yang bernama pesanKu.py.

import pesan

# input data nama
namaAnda = input("Nama Anda: ")
# akses module pesan
pesan.SalamKenal(namaAnda)

input("Tekan <Enter> ")

Ada 2 cara untuk mengakses module:

Simpan file module dalam satu folder yang sama dengan file aplikasi utama. Contoh: file pesan.py (sebagai modul) kita simpan dalam folder yang sama dengan file pesanKu.py (file utama), atau Simpan file module dalam folder path Python. Kalau di Windows, simpan pada folder C:\Python32.

Byte-compiled (file .pyc)

Setelah mencoba modul pesan (tanpa .py). Anda akan menemukan file pesan.pyc pada direktori yang sama.

Jika anda melakukan import suatu modul, modul tersebut akan di interpret terlebih dahulu. Untuk optimisasi python akan membuat file byte-compiled modul tersebut dalam file .pyc sehingga import modul tidak harus melakukan compile.

import math

Baris ini digunakan agar program dapat menggunakan semua fungsi yang ada pada modul math.

>>> import math
>>> math.sqrt(64)
8.0
math.sqrt

Pada baris ini digunakan untuk menggunakan fungsi sqrt(digunakan untuk mencari akar) yang terdapat pada modul math. Kita juga bisa memasukkan modul ke dalam sebuah variable, misalnya kita beri nama variable tersebut dengan nama ‘akar’.

>>> akar = math.sqrt
>>> akar(21)
4.58257569495584
>>> akar(64)
8.0

results matching ""

    No results matching ""